Akumulasi Waktu Kebijakan

Posted on

Alun-alun Tahrir di Kairo tiba-tiba jadi saksi sejarah dari ledakan kemarahan para pemuda Mesir. Jutaan jiwa muda itu tumpah ruah dengan satu target; Mubarok harus turun! Dan Mubarok akhirnya memang turun. Di lapangan yang sama – sepekan setelah kejatuhan Mubarok – para pemuda mendengar khutbah jum’at dari seorang ulama Mesir yang pernah diusir oleh rezim Mesir puluhan tahun yang lalu; Syeikh Al Qordhowi.

Itu dua wajah sejarah dari dua orang pelaku yang tumbuh dan hidup dalam waktu yang sama. Yang satu mengakumulasi tirani, dan yang satu mengakumulasi dakwah. Tapi keduanya menggunakan waktu yang lama. Lama sekali dalam hitungan umur individu. Akumulasi tirani itulah yang meledakkan pemuda Mesir di lapanganTahrir, Kairo. Akumulasi dakwah juga yang menghadirkan Qordhowi kembali ke lapangan itu setelah pengusiran yang lama.

Sejarah adalah akumulasi yang meledak. Akumulasi kebajikan akan meledak jadi peradaban. Akumulasi tirani akan meledak jadi revolusi. Tidak ada pelaku sejarah yang bisa meninggalkan jejak kalau ia hanya numpang lewat dalam hidup. Itu sebabnya perubahan-perubahan besar tidak akan pernah berlangsung dalam tempo yang singkat. Itu sebabnya sejarah menghapus banyak nama pelaku karena mereka gagal mengakumulasi kebajikan mereka dalam rentang waktu yang lama.

Dalam makna akumulasi itulah Al Qur’an memperkenalkan tiga besaran waktu yang berbeda. Satuan terkecilnya adalah waktu individu. Akumulasi dari waktu individu akan membentuk waktu social. Selanjutnya akumulasi waktu social akan membentuk waktu peradaban atau sejarah. Yang kita baca dari sejarah umumnya adalah akumulasi waktu individu yang berhasil membentuk waktu social dan peradaban dari sebuah komunitas.

Maka sejarah social atau peradaban merupakan akumulasi dari sejarah individu-individunya. Tapi tak pernah ada sejarah individu yang bisa kita lepaskan dari konteks social dan peradabannya. Akumulasi kebajikan individu hanya akan meledak jika sejak awal ia terangkai dalam keseluruhan waktu social. Mubarok dan Qordhowi adalah dua individu yang bergulat dalam waktu social yang sama, dan akhirnya meledak pada waktu yang sama, yaitu waktu social masyarakat Mesir. Hasil bagi individu berbeda. Tapi keduanya melukis kanvas waktu masyarakat Mesir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *