4 Kota Ramah Pejalan Kaki

Posted on

Beberapa waktu yan lalu kita dikejutkan oleh peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut 9 orang nyawa pejalan kaki di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Kondisi pedestrian ways, atau kita mengenalnya dengan istilah trotoar di Indonesia masih belum ramah terhadap penggunanya, para pejalan kaki. Hak-hak pedestrian (pejalan kaki) masih belum banyak disadari oleh masyarakat, khusunya para pengendara. Trotoar merupakan hak mutlaq bagi pejalan kaki. Mungkin di Indonesia, berjalan kaki bukan suatu hal yang diminati dan popular. Berbeda dengan beberapa Negara yang banyak masyarakatnya lebih memilih untuk berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya tidak terlalu jauh. Antara pengendara dan pejalan kaki di beberapa kota di belahan dunia lain, saling menghormati hak masing-masing. Maka, kota-kota inilah yang masuk dalam daftar sebagai kota yang ramah terhadap pejalan kaki.

  1. Copenhagen, Denmark

Copenhagen, merupakan salah satu kota yang paling menghormati pejalan kaki. Ibukota Denmark ini memiliki jalan-jalan tua yang masih sangat terawatt hingga saat ini. Bahkan, jalan di gang-gang sempit masih terasa kental nuansa abad pertengahannya. Selama 40 tahun terakhir, Copenhagen seperti bertransformasi menjadi kotanya para pedestrian. Tidak mudah membuat kota dengan penduduk sekitar 1,2 juta jiwa ini bertahan sejak 1962 sebagai kota yang ramah terhadap pedestrian. Paling tidak ada 10 program yang menjadi langkah awal agar kota ini menjadi kota yang diharapkan. Beberapa programnya seperti mengubah jalan utama menjadi jalur pejalan kaki, secara bertahap mengurangi intensitas dan titik parker kendaraan, mempromosikan sepeda sebagai transportasi alternative, dan menyediakan sepeda di berbagai tempat agar orang-orang bisa menyewanya.

  1. Munich, Jerman

Munich hanyalah salah satu kota di Jerman yang ramah terhadap pejalan kaki. Selama para pedestrian menikmati pesona bangunan-bangunan yang indah, mereka juga dimanjakan dengan beberapa kafe yang berdiri di sisi jalan sembari menikmati secangkir kopi. Atau jika berminat, Anda bisa menyusuri jalan melewati English Garden dan mengakhiri perjalanan di Chinese Tower. Suguhan toko-toko yang dilewati pedestrian merupakan pemandangan yang cukup lumrah di sini.

  1. Tucson, Arizona-Amerika Serikat

Tak banyak yang tahu kalau Tucson adalah salah satu dari 51 kota terbesar di Amerika Serikat, sekitar 3,6 persen warga Tucson memilih untuk berjalan kaki ketika berangkat kerja. Secara keseluruhan, Tucson menduduki peringkat ke 16 dari 51 kota di Amerika Serikat dalam hal tingkat keselamatan para penggowes sepeda dan pejalan kaki. Bahkan menurut situs KVOA.COM, di Tucson sudah ada regulasi untuk para pengguna sepeda dan pejalan kaki.

  1. Amsterdam, Belanda

Sudah umum diketahui, bahwa bersepeda di Amsterdam, Belanda merupakan suatu kultur tersendiri. Sekitar 40 persen lalu lintas di Amsterdam, diramaikan dengan sepeda. Meskipun termasuk angka yang tinggi, bersepeda di kota ini cukup aman. Maka ini satu hal yang menguntungkan bagi para pejalan kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *